Baca Buku atau Browsing???

Uncategorized November 10th, 2007

Di tengah-tengah kesibukannya bekerja sebagai programmer televisi berlangganan, Sandar Muchlis, 24 tahun, juga disibukkan dengan tesisnya. Setiap hari, ia terbiasa mencari bahan tugas kuliah dan tesis di internet. Meski lebih banyak menggunakannya untuk chatting (mengobrol) di layanan pesan singkat, namun sejak SMA Sandar sudah menyadari manfaat internet sebagai sumber informasi.

“Browsing di internet lebih gampang karena google mencari apa yang saya mau. Memang tidak mendalam. Makanya saya lengkapi dengan membaca buku-buku teks,” kata Sandar yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Bina Nusantara jurusan strategic marketing.

Manfaat internet sebagai alternatif sumber informasi sangat dipahami Emi Agustia, 24 tahun, mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia jurursan Manajemen Komunikasi. Setiap membuat tugas, Emi selalu memanfaatkan internet untuk mencari bahan-bahan. “Di internet lebih up date, apalagi tentang kasus-kasus, lebih mudah cari di sana,” ujar perempuan berjilbab ini.

Emi juga mengaku perpustakaan di kampusnya cukup lengkap, utamanya buku-buku teks. Hanya saja, hanay buku tertentu yang bisa dipinjam. Untuk buku terbaru, biasanya hanya bisa dibaca di perpustakaan. “Padahal kan butuh waktu untuk membacanya, apalagi kalau masih dalam Bahasa Inggris. Biar gampang, lihat saja judul dan daftar isinya, nanti dilengkapi di internet,” papar Emi.

Menurut Gunawan, 28 tahun, pustakawan di Alliance Geotech, tak semua mahasiswa yang datang ke perpustakaan bertujuan membaca atau mencari bahan tugas. Sebelum di tempat sekarang, Gunawan pernah bekerja di perpustakaan Universitas Paramadina. “Karena ada beberapa komputer yang sudah online, mahasiswa datang ke perpustakaan untuk browsing atau nge-print tugas,” katanya.

Umumnya, lanjut Gunawan, kebiasaan meminjam buku teks ditentukan oleh jurusan mahasiswa yang bersangkutan. Semakin banyak bersentuhan dengan teori, semakin aktif mahasiswanya meminjam buku. Sebagai contoh, mahasiswa jurusan filsafat lebih aktif membaca dan meminjam buku dibanding mahasiswa jurusan komunikasi.

Menurut pengamatan Jumala, 24 tahun, pustakawan Joseph Wibowo Center (JWC) Universitas Bina Nusantara, mahasiswa S1 lebih senang membaca majalah daripada buku teks. Sedang mahasiswa S2 seringnya mengerjakan tesis, tugas, ataupun baca buku teks.

Fasilitas yang ada di JWC sebenarnya cukup nyaman, ruangannya berukuran 22×13 meter, dilengkapi sofa yang empuk, penyejuk ruangan, dan pemandangan ke arah pusat perbelanjaan. “Jumlah mahasiswa yang datang ke perpustakaan termasuk banyak. Tapi yang menimjam buku paling hanya separuhnya,” ujar Jumala yang akrab disapa Lala.

Gunawan mengatakan, seharusnya bahan di buku teks dan internet bisa saling melengkapi. “Tergantung mahasiswanya melek informasi atau tidak. Mereka bisa saja mencari judul-judul buku di internet, tapi karena tak bisa ditampilkan, ya carilah diperpustakaan. Begitu juga sebaliknya.” (Ika Karlina Idris)

Sumber: Jurnal Nasional/Rabu, 07 Nov 2007

Wisata Buku

Uncategorized September 1st, 2007

Dapat kiriman email dari teman, yang dulunya menjadi rekan sekantor di taman baca ParMad.

Wisata Buku, Ini bukan toko buku online. Wisata buku adalah proyek hobi yang di dalamnya memuat daftar buku yang terbit di Indonesia, sepanjang masa. Manfaatnya, mudah-mudahan bisa menjadi rujukan utama dalam pencarian buku-buku serta informasi lainya. Situs ini resmi on-line sekitar dua bulan yang lalu. Isinya seputar dunia pustaka. Ada resensi buku, toko buku, profil penerbit, komunitas, biografi penulis/pengarang.
Untukempat terakhir yang disebutkan, ruangnya masih kosong. Karena tiga bulan ke depan, kita konsentrasi terlebih dahulu melakukan penginputan daftar buku dan penulisan resensi yang dikelola oleh tiga orang.

Dengan keterbatasan yang ada, maka kita mengajak temen-temen untuk membantu membangun -sedikit demi sedikit- situs wisatabuku . Di pelosok pulau mana pun Kamu berada, ’Kami memerlukan kontributor.

Buat kamu yang punya hobi nulis dan gemar mengumpulkan data-data, mulai sekarang kamu bisa mengirimkan tulisan resensi ke alamat email berikut :

dimyaties@wisata-buku.com

gunawan@wisata-buku.com
info@wisata-buku.com

Oh, ya….
Sementara ini, , kita belum bisa memberi imbalan/upah/honor kepada temen-temen yang sudah mengirimkan tulisan resensinya. Namun, nanti profil kontributor akan kami tampilkan di situs www.wisata-buku. com sebagai tanda terima kasih/penghargaan kami. Sekaligus menjadi catatan sejarah keikutsertaan dalam pengembangan situs yang mudah-mudahan akan menjadi fenomenal ini.
Mulai detik ini, silahkan mampir ke www.wisata-buku.com. Kalau ada kritik dan saran, jangan sungkan-sungkan kirim email ke: dimyaties@wisata-buku.com.
Yang pasti, Tak ada gading yang tak retak. Akan tetapi, retaknyalah yang membuat indah sebuah gading.

Selamat menjelajahi dunia pustaka!

Salam,
Redaksi.